Ingatan
24 Oktober 2011
Tak ada orang yang tak gentar dengan menjadi tua. Bayangan itu begitu jelas dalam kepala: mata yang tak lagi awas, kulit yang kehilangan sifat plastis, hidup sendirian, atau bahkan kehilangan ingatan. Yang terakhir itu begitu bikin ngeri. Sebab, ketika ingatan raib dari diri kita, kita sebenarnya tak lagi ada.
Saya teringat sebuah kisah dari karya seorang penulis Jepang, Haruki Murakami, yang bercerita tentang hubungan seorang anak muda gelisah yang kabur dari rumah, dan perempuan di pertengahan usia 40 yang mengelola sebuah perpustakaan pribadi. Dalam novel berjudul “Kafka on the Shore” itu, kedua karakter digambarkan menyimpan riwayatnya masing-masing sebelum akhirnya muncul momen yang mempertemukan keberbedaan itu.
Kafka Tamura, sang pemuda berumur 15 tahun, mencari cinta oedipal. Dilandasi hubungan kompleks, ia teramat yakin bahwa Nona Saeki, sang perempuan, adalah ibunya. Kafka jatuh cinta kepada perempuan itu, yang secara ganjil selalu ia rasakan memasuki kamarnya untuk memandangi sebuah lukisan yang tergantung di dekat meja belajar. Namun, anehnya, wujud Nona Saeki adalah gadis yang sebaya dengannya. Baca entri selengkapnya »