Iktikad

4 Februari 2012

Jika dunia hanya berpihak pada mereka yang punya ingatan tajam, lalu di mana mereka yang hanya punya lupa diletakkan?

Ini kisah yang dituturkan seorang teman, tentang persahabatan, tentang kebulatan hati. Tentang perjuangan mendapatkan kembali hidup yang nyaris direnggut sepenuhnya.

Pada mulanya adalah sebuah kecelakaan. Dan nama dalam daftar kontak telepon yang letaknya paling atas.

Si celaka kehilangan seluruh keluarganya, dalam kecelakaan mobil itu. Lantas sebuah nama di dalam telepon seluler miliknya dihubungi oleh polisi yang tiba di lokasi musibah.

“Entah apa yang akan terjadi kemudian jika polisi tak menghubungi abang saya,” kata kawan saya itu.

Di rumah sakit, si celaka semata dianggap ayam di tempat pejagalan yang menunggu ajal. Tak ada yang mau mengurusnya.
Sebab, ia tak punya penjamin. Baca entri selengkapnya »