Kisah Gadis Australia dan Yahudi Putus Asa
14 April 2010
“Tuhan mengaruniakan kita keluarga,” kata Ethel Mumford, seorang penulis Amerika Serikat, pada suatu masa, “syukurlah kita bisa memilih siapa yang bisa menjadi teman kita.” Kata-kata itu dionggokkan oleh Adam Elliot pada pembuka film terbarunya yang disesaki humor gelap, Mary and Max.
Mary berusia delapan tahun. Ia tinggal di pinggiran kota Melbourne , Australia . Ia suka coklat dan nonton serial kartun televisi berjudul The Noblets.
Mary tak punya teman.
Max merupakan seorang Yahudi keturunan Amerika Serikat penderita obesitas berumur 44 yang tinggal di New York . Dia mengalami Sindrom Asperger. Max penggila coklat. Malam-malamnya yang penuh amnesia ia habiskan untuk menonton The Noblets.
Pun, Max tak punya teman. Baca entri selengkapnya »