“Tuhan mengaruniakan kita keluarga,” kata Ethel Mumford, seorang penulis Amerika Serikat, pada suatu masa, “syukurlah kita bisa memilih siapa yang bisa menjadi teman kita.” Kata-kata itu dionggokkan oleh Adam Elliot pada pembuka film terbarunya yang disesaki humor gelap, Mary and Max.

Mary berusia delapan tahun. Ia tinggal di pinggiran kota Melbourne , Australia . Ia suka coklat dan nonton serial kartun televisi berjudul The Noblets.

Mary tak punya teman.

Max merupakan seorang Yahudi keturunan Amerika Serikat penderita obesitas berumur 44 yang tinggal di New York . Dia mengalami Sindrom Asperger. Max penggila coklat. Malam-malamnya yang penuh amnesia ia habiskan untuk menonton The Noblets.

Pun, Max tak punya teman. Baca entri selengkapnya »