Ketika Facebook Dianggap Kutuk
30 Mei 2010
Seorang pria duduk termenung di beranda sebuah rumah di New Addington, sebuah kota yang dibentengi oleh pedesaan di sekitar London selatan. Tubuhnya terbalut aroma alkohol. Gigi-geliginya lengket oleh opium. Kedua lengannya tersaput darah serta angin Februari yang basah dan menyisakan gigil.
“Ya, yang di dalam itu istriku. Aku telah membunuhnya,” katanya setengah bergumam. Seperti diberitakan oleh situs berita Independent pada tanggal 17 Oktober 2008–hari ketika si lelaki divonis hukuman seumur hidup–suami penuh cemburu bernama Wayne Forrester itu membunuh istrinya karena sebuah posting di situs jejaring sosial Facebook.
Menurut pengakuan Wayne kepada polisi, hatinya hancur ketika memergoki sang istri mengubah status dirinya menjadi ‘lajang.’ “Aku cinta Emma dan sungguh merasa hancur sekaligus malu atas apa yang telah ia lakukan,” katanya. Baca entri selengkapnya »