Poster film Inside Job (scepticblog.com)

Dunia enggan melupakan isyarat tubuh dan tekanan suara Gordon Gekko pada “Wall Street” (1987) ketika ia mendenguskan kata-kata yang kini nyaris menjadi adagium, “Rakus itu bagus.” Film karya Oliver Stone itu seolah jadi artefak keramat bagi mereka yang ingin ‘sedikit’ memahami karakter para makelar-makelar saham kelas satu di New York, yang kerap disebut Tuan Semesta. Dan agaknya kini ‘Gekko’ menemukan penerjemahan sempurna akan kebengisannya justru bukan pada sequel film Stone, “Wall Street: Money Never Sleeps” (2010), namun pada “Inside Job”.

Pada tahun 2008, Amerika Serikat menyaksikan kebangkrutan Lehman Brothers, yang lantas menyeret dunia ke dalam krisis ekonomi. Negeri itu lalu jatuh ke dalam resesi yang bikin cemas, terparah setelah Great Depression di awal abad ke-20. Dalam “Inside Job”, Charles Ferguson, sang sutradara film dokumenter itu, menjalin pertemuan demi pertemuan dengan banyak petinggi di Wall Street dan Washington serta beberapa guru besar ekonomi Harvard, Columbia Business School, untuk menyebut satu-dua nama, demi mendapatkan ‘pencerahan’ atas bagaimana krisis bisa terjadi dan mengapa sistem keuangan remuk. Baca entri selengkapnya »