Adegan dalam "Blue Valentine" (starpulse.com)

Hubungan gagal yang ditampilkan dalam suatu film selalu sulit untuk ditonton, apalagi jika sudah menyangkut perkawinan. Ada perasaan risau ketika menyadari bahwa aspek tragis itu akan begitu mengganggu: hancurnya harapan sang pasangan akan kehidupan yang “bahagia selamanya.”

Kita masih mengingat dampak dari perpisahan yang bikin boyak pasangan Ted Kramer (Dustin Hoffman) dan Joanna Kramer (Meryl Streep) dalam “Kramer vs Kramer” (1979). Atau upaya karakter ayah Robin Williams pada “Mrs Doubtfire” (1993) yang menyamar sebagai juru bersih-bersih di rumah mantan istrinya demi terus bisa dekat dengan anaknya. Dan dalam kedua film, anak yang kebingungan dengan situasi orang tua mereka menajamkan sisi tragis hubungan gagal.

“Blue Valentine” punya semangat menyebarkan kecemasan yang sama. Disutradarai oleh Derek Cianfrance, “Blue Valentine” berkisah tentang pasangan Dean (Ryan Gosling) dan Cindy (Michelle Williams) dengan latar belakang kota Brooklyn dan Pennsylvania yang sederhana dan disesaki kelas pekerja. Dean, tak pernah kelar SMA, bekerja di perusahaan pengangkutan – biasa disewa mereka yang ingin pindah rumah, dan Cindy sedang sekolah keperawatan. Keduanya sedang di awal duapuluhan, usia yang selalu cocok bagi cinta keras kepala.

Baca entri selengkapnya »

Kemelut di Ujung Benua

16 Maret 2011

Salah satu adegan di "How I Ended This Summer" (hollywoodchicago.com)

Dua lelaki beda generasi bertemu di sebuah stasiun cuaca milik Rusia. Di sekeliling mereka hanya salju yang menjejalkan dingin ke udara. Lelaki pertama bernama Sergei (Sergei Puskepalis).

Lelaki kedua, Pavel (Grigory Dobrygin). Usia yang pertama sekitar akhir empatpuluhan; sementara yang kedua awal duapuluhan. Mereka berada dalam situasi pelik.

Pekerjaan Pavel dan Sergei adalah mengamati kecepatan angin, gugusan awan, dan suhu udara. Selain itu, mereka juga mesti mencatat tingkat radiasi di pulau itu. Pada interval tertentu, mereka melaporkan hal-ihwal cuaca ke pusat meteorologi melalui radio panggil:  ”Archym calling fairy…

Baca entri selengkapnya »