Pintu Terlarang: Mengunci Cemas dan Gemas
14 April 2010
Seorang pematung dihadapkan pada sebuah dunia yang memiliki dua sisi yang bikin cemas sekaligus gemas. Satu sisi menguakkan pengetahuan, sementara sisi yang lain mengunci misteri. Di antara kedua sisi berseberangan tersebut sebuah pintu tegak mengganggu kemapanan.
Umurnya ada di sekitar awal tiga puluh. Ia memiliki raut muka tegas dan rahang kuat. Namun, pandangannya senantiasa memaparkan kerisauan yang agaknya datang dari masa silam. Nada bicaranya tak pernah terang benar. Ia, sesungguhnya, lembek.
Gambir, sang pematung, karya-karyanya menunjukkan figur perempuan hamil. Ia didampingi istri yang dominan serta manipulatif bernama Talyda, sosok penuh energi, sukses berkarir di dunia periklanan. Pada setiap pameran yang memajang karya suaminya, ia mampu menjadi ‘juru bicara’ bagi si lelaki. Dengan lidah cerdas, ia mampu membalik hati bimbang kolektor untuk membeli karya suaminya. Ia sungguh piawai mengawal, jika bukan menegaskan, kerapuhan suaminya.
Syahdan, di suatu masa ketika masih berpacaran dengan Talyda (Marsha Timothy), mereka menggugurkan janin di rahim Talyda. Gambir tercengang ketika calon istrinya itu memaksanya untuk menyimpan janin di perut salah satu patungnya. Gambir semula menolak. Namun, sang istri yang keras hati sungkan menerima kata tidak. Layar sinema menjawab: Gambir mengabulkan kemauan Talyda. Kelak, Gambir akan menyembunyikan janin-janin di perut setiap karyanya. Dan bukan kebetulan pula jika ritualnya tersebut mampu mengangkat reputasinya dan menggandakan keuntungannya. Baca entri selengkapnya »