Abai

16 Maret 2011

(photo.net) - diambil tanpa izin

Sejarah penuh dengan pengabaian. Di dekat kita di Jakarta, pada suatu masa, seseorang yang pernah menjabat sebagai seorang presiden dirumahkan sendirian. Ia, yang pada zamannya menjadi kebanggaan khalayak karena karisma dan kecerdasannya, harus melalui akhir kehidupannya jauh dari kehangatan keluarga. Dan pada akhirnya, proklamator itu, yang sebagian waktunya habis dalam penjara dan pembuangan Belanda, meninggal di pengasingan didampingi kedua karibnya, Hatta dan Ali Sadikin.

Pun kita bisa menengok wilayah dalam-tembok Batavia, yang kini dikenal dengan Kota Tua. Pada Abad 17, ketika Jayakarta baru saja ditaklukkan oleh Jan Pieterszoon Coen dan diubah namanya menjadi Batavia, VOC mengendalikan perdagangan dan membangun daerah itu. Dermaga besar diwujudkan. Pusat pemerintahan dibakukan. Nama kota ini berjaya hingga ke benua.  Baca entri selengkapnya »