Departures: Belajar Hidup dari Si Mati
14 April 2010
Ketika menyoal ajal, kita kerap terlempar ke dalam krisis. Kematian begitu tak teraba, namun juga begitu niscaya. Dan kadang, kala berada di dalam kebimbangan itu, manusia jadi penuh daya menentangnya, atau bahkan jadi semakin nelangsa.
Sebutlah Apocalypse Now, Schindler’s List, atau Platoon. Kematian di sana begitu beraroma darah, yang menyakitkan dan inhuman. Ia diletakkan jauh dari keseharian kita yang acap penuh humor dan menenggang derita.
Mungkin, kita juga perlu menoleh kepada film Departures, diputar di ajang JiFFest 2009, yang ingin melihat kematian dengan cara lebih santun dan sederhana. Sebagaimana hidup, kematian dalam film itu sama punya wibawa. Ia, kiranya, seturut dengan renungan sastrawan Jepang Yukio Mishima, yang tulisannya banyak berisi tentang tema kematian: Jika kita amat memuliakan hidup, kenapa kita tak memuliakan kematian dengan sama tingginya? Baca entri selengkapnya »